Antonio Rudiger Belum Mau Bahas Masa Depan

Antonio Rudiger Belum Mau Bahas Masa DepanKerap dikait-kaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, Bek Muda Timnas Jerman, Antonio Rudiger, masih ogah membahas kemungkinan masa depannya untuk saat ini. Sosok berusia 24 tahun itu masih ingin menikmati gelar Juara Piala Konfederasi 2017 yang baru saja dimenangkan Der Panser.

Seperti diketahui, tim Nasional Jerman berhasil mengalahkan Chile pada partai final yang berlangsung di Saint-Petersburg dengan skor tipis 1-0. Dengan demikian, Pasukan Joachim Low berhasil keluar sebagai juara Piala Konfederasi 2017, atau Juara Pra Piala dunia yang merupakan gelar pertama bagi Timnas Jerman pada ajang tersebut.

Sepanjang kompetisi, Antonio Rudiger yang merupakan Bek AS Roma, memang tampil cukup bagus dalam mengawal lini pertahanan Tim Panser. Performa impressifnya ini diklaim sejumlah media Inggris telah membuat manajer chelsea, Antonio Conte, kepincut untuk mendaratkannya ke Stamford Bridge sebelum Jendela transfer musim panas tahun ini ditutup.

Akan tetapi, Rudiger yang terus menjadi andalan sejak pekan pertama kompetisi itu mengaku masih belum ingin berbicara atau memikirkan masa depanya di level klub. Sekarang, dia hanya ingin menikmati gelar juara Piala Konfederasi yang diraih bersama Timnas Jerman.

“Sekarang ini bukan waktunya untuk membahas masa depan, sekarang ini adalah waktunya perayaan, Saya harus menikmati momen ini dan saya begitu menikmatinya. Sisanya kita lihat nanti dalam beberapa pekan ke depan.” kata Rudiger.

Adapun di final semalam, Jerman mendapatkan kemenangannya berkat sontekan Lars Stindl di menit ke-20 sekaligus mengubur mimpi Cile menjadi juara. Akan tetapi, Jerman harus tetap waspada dengan ‘kutukan’ yang biasanya menimpa juara Piala Konfederasi di ajang Piala Dunia.

Sebelumnya, Brazil harus menanggung malu di kandang sendiri saat dibantai Jerman dengan skor 7-1 pada partai semi final, padahal sebelumnya mereka dengan gagah menjuarai Piala Konfederasi 2013 usai kalahkan Spanyol lewat keunggulan telak 3-0 di babak final.

Schweinsteiger Masuk Dalam Skuat MU untuk Liga Europa

Schweinsteiger Masuk Dalam Skuat MU untuk Liga EuropaSepertinya, hal tersebut adalah indikasi bahwa gelandang asal Jerman sudah mulai bisa membuat manajer jose Mourinho merasa terkesan. Bukan tidak mungkin jika Schweini bakal mendapatkan jatah bermain di ajang Premier League kedepannya.

Manchester United, raksasa Premier League ini sempat mengabaikan gelandang Veteran Jerman, Bastian Schweinsteiger dari skuat utama mereka musim ini, namun mengejutkan karena pelatih Jose Mourinho, justru memasukkan Mantan pemain Bayern Munchen tersebut dalam skuat terbaru untuk menjalani babak 32 besar Liga Europa yang akan datang.

Seperti diketahui, Schweini memang sempat tidak masuk dalam hitungan manajer asal Portugal, dia bahkan tercoret dari skuat utama United untuk Fase Group Liga Europa. Schweinsteiger diberikan waktu bermain ketika Manchester United menjalani FA Cup menghadapi Wigan Athletic beberapa pekan lalu, dimana eks Bayern bermain selama 90 menit dan mencetak satu gol kemenangan setan merah.

Sepertinya, hal ini membuat manajer asal Portugal merasa terkesan dengan kerja keras dan semangat yang ditunjukkan Schweini, hal tersebut terlihat dari keputusannya memasukkan nama gelandang Jerman dalam skuat untuk Liga Europa kontra Fenerbahce. Selain Schweinsteiger, Mourinho juga memasukkan kiper debutan Joel Pereira yang diberi waktu bermain ketika menghadapi Wigan Athletic di ajang Piala FA lalu.

Adapun, Berikut adalah daftar skuat Manchester United di Liga Europa babak 32 besar:

De Gea, Pereira*, O’Hara*, Romero, Valencia, Darmian, Fosu-Mensah*, Bailly, Jones, Rojo, Smalling, Tuanzebe*, Blind, Shaw*, Young, Carrick, Herrera, Fellaini, Schweinsteiger, Pogba, Mata, Lingard, Mkhitaryan, Martial, Rashford*, Rooney, Ibrahimovic.

Sebagai informasi tambahan, pemain dengan tanda * adalah pemain yang masuk dalam List B, atau pemain cadangan. Pertandingan pertama yang akan dijalani MU di babak penyisihan 32 besar nanti adalah menghadapi Saint-Etienne di mana leg pertama akan berlangsung di Old Trafford pada tengah februari mendatang.

Roberto Mancini Tak Tutup Peluang Latih Juventus

Roberto Mancini Tak Tutup Peluang Latih Juventus

Pada saat yang bersamaan, manajer asal Italia itu juga berbicara tentang situasi di Inter Milan dan Frank De Boer yang telah berdalih terkait kegagalannya menangani La Beneamata. Menurut Mancini, dirinya adalah seorang professional, dan tentu tawaran melatih juventus tidak akan dia tolak.

Mantan pelatih Inter Milan Roberto Mancini mengaku tidak akan menolak andai mendapat tawaran membesut Juventus di masa depan, hal tersebut karena dirinya adalah seorang pelatih professional, meski sempat menukangi Inter Milan dalam dua periode berbeda.

Seperti diketahui, Mancini telah menukangi Inter Milan selama dua periode yang berbeda. Pada periode pertamanya, dia berhasil hadirkan dua trofi Serie A Italia bagi klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza tersebut, namun periode keduanya berlangsung mengecewakan.

Tak ayal, diapun disebut sebagai salah satu pelatih legendaris Inter Milan, namun predikat tersebut tak lantas membuatnya harus menjunjung tinggi nama La Beneamata, buktinya, Mancini juga tertarik menangani rival Nerazzuri, Juventus, suatu saat nanti. Hal ini diungkap Mancini saat diwawancara La Stampa dan pada saat yang bersamaan, dia juga memahami sikap Frank De Boer yang menyalahkannya atas kondisi Inter pada awal musim ini.

“Apa yang dikatakan de Boer tentang situasi di klub ini adalah hal yang benar-benar keliryu. Tetapi saya memahami posisi sulit De Boer bersama Inter dan pada kondisi seperti itu sebuah hal normal untuk mencari-cari dalih atas kegagalannya.”

“Menangani Juventus? Saya sering mendapat pertanyaan seperti ini dari kawan yang menjadi suporter Juve. Jelas saya akan menerima tawaran tersebut karena saya merupakan pelatih yang professional,” demikian ujar Mancini.

Pep Sebut Yaya Toure Seperti Pemain Amatir

Pep Sebut Yaya Toure Seperti Pemain AmatirTapi tentu saja, hal tersebut bukanlah bermaksud untuk mengejek performa gelandang asal Pantai Gading, justru sebaliknya. Pep Guardiola menyanjung Yaya Toure, terkait dengan semangatnya dalam bermain seperti seorang pemain sepakbola amatir.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memang telah berdamai dengan gelandang Pantai Gading Yaya Toure sejak beberapa bulan yang lalu. Namun belum lama ini, manajer asal Catalan menyebut bahwa mantan pemain Barcelona itu bermain layaknya seorang pemain sepakbola amatiran.

Seperti yang sudah diketahui, Pep Guardiola mulai menukangi Manchester City sejak musim panas kemarin, dia ditunjuk untuk menggantikan Manuel Pellegrini di kursi pelatih. Sejak kedatangannya, ada beberapa pemain yang tersingkir dari skuat utama, Selain Samir Nasri, ada juga Joe hart dan Yaya Toure. Namun, diantara ketiganya, hanya nama terakhir yang tetap bertahan di Etihad Stadium.

Situasi Yaya toure terbilang amat sulit, seiring dengan minimnya jatah bermain yang didapatkannya. Hal ini sempat memicu perang sindiran antara sang pemain, agen transfernya, Dmitri Seluk dan Pep Guardiola. Namun Yaya dan Agennya kemudian meminta maaf, dan tak lama setelah itu, Toure kembali mendapatkan tempatnya di tim utama dan terus dipercaya sang manajer.

Bahkan, jelang berlangsungnya partai 16 besar Liga Champions Eropa melawan AS Monaco, gelandang berusia 33 tahun itu turut masuk dalam hitungan Guardiola setelah sebelumnya sempat ditepikan dari skuat UCL. Guardiola pun mengakui bahwa Yaya adalah pemain yang langka, semangat yang ia tunjukkan seperti seorang pemain sepakbola amatir.

“Kualitas Yaya sangat sulit ditemukan. Ia suka main sepakbola, ia seperti pemain amatir. Saya suka. Ia sangat pas, ukurannya sempurna,” kata Guardiola seperti dikutip Goal Internasional.

Patrice Evra Akui Sempat Nyaris Kembali ke United

Patrice Evra Akui Sempat Nyaris Kembali ke United

Defender Internasional Prancis itu bahkan sempat mengadakan pertemuan dengan pihak Manchester United dengan manajer jose Mourinho sebagai perwakilan mereka. Namun sayang, ada salah satu pihak klub yang tidak suka dengan kehadirannya di Old Trafford, dan sang pemain pun enggan kembali.

Patrice Evra ternyata sempat sangat dekat dengan kemungkinan untuk kembali bergabung ke Manchester United pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin. Namun, sang pemain Prancis akhirnya bergabung dengan Marseille, dan diapun menjelaskan alasan dibalik semua ini.

Jelang berlangsungnya bursa transfer musim dingin kemarin, Evra memang kerap kali dikaitkan dengan kemungkinan kepulangan ke Old Trafford, terutama setelah ia hanya tampil tiga kali sebagai starter di ajang Serie A Italia pada musim ini. Pemain asal Prancis berusia 35 tahun itu pada akhirnya urung kembali mengenakan kostum Setan Merah, Evra sendiri memutuskan untuk kembali berkarir di Prancis bersama dengan Marseille sebagai pemain tetap alias permanen.

Namun, dalam sebuah wawancara singkat bersama Sky Sports Italia, Evra mengakui bahwa dirinya sudah sangat dekat dengan kepulangan ke Old Trafford, tapi…

“Sebenarnya saya sudah sangat dekat dengan kemungkinan kembali ke Manchester United, Saya juga berbicara dengan Mourinho, tapi di sana ada seseorang, tentu saja namanya tidak akan saya katakan di sini, yang jelas, dia tidak suka dengan gagasan kepulangan saya ke Old Trafford. Meski fans fantastis dan akan senang, namun karena saya sadar klub tidak berusaha memulangkan saya, maka saya kemudian meminta agen saya untuk mencari opsi lain.”

“Marseille langsung datang, mereka menawarkan projek mereka, dan saya langsung merasa hebat. Saya hanya butuh satu hari untuk menyelesaikan kesepakatan [kontrak]. Mereka sangat memperlakukan saya seperti Tuhan, mereka menunjukkan bahwa mereka memang sangat membutuhkan Saya.” ujar Evra kepada Sky Sports Italia.

Jurgen Klopp Bersykur Terhindar dari Sanksi FA

Jurgen Klopp Bersykur Terhindar dari Sanksi FA

Juru Taktik asal Jerman tersebut juga membantah kabar yang menyebut bahwa dirinya berkata ‘tidak ada tim yang bisa mengalahkan tim asuhannya’. Klopp sendiri merasa hal tersebut adalah anggapan yang sangat konyol, namun dia bersyukur bisa terhindar dari sanksi berat pihak Federasi.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku dirinya beruntung tak mendapat hukuman dari FA setelah meneriaki wasit keempat karena sang wasit bereaksi positif. Menurut manajer asal Jerman harusnya dia menderita sanksi seperti yang dialami Manajer Arsenal, Arsene Wenger beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, Liverpool berhadapan dengan Chelsea akhir pekan kemarin, Dalam pertandingan yang berlangsung di Anfield tersebut, tim tuan rumah memetik satu angka setelah hanya mampu bermain imbang 1-1. Namun, ada satu insiden yang disoroti publik saat itu, dimana manajer Jurgen Klopp tampak berteriak di depan muka wasit Neil Swarbrick ketika Simon Mignolet menyelamatkan tendangan penalti Diego Costa sehingga menghindari Liverpool dari kekalahan dalam pertandingan tersebut.

Menurut kabar yang beredar, Klopp berkata ’Tidak ada yang bisa mengalahkan kami’ kepada offisial keempat tersebut, namun sang manajer membantah kabar ini. Terlepas dari hal tersebut, Klopp tetap merasa bersyukur karena dirinya terhindar dari Sanksi yang mungkin akan diberikan FA kepadanya seperti sanksi yang diberikan kepada Wenger akibat tindakan serupa beberapa waktu lalu.

“Terkadang, saya memang tidak bisa mengendalikan diri saya di sisi lapangan dan Anda mengatakan hal-hal seperti, ‘Tidak ada yang bisa mengalahkan kami’. Saya belum pernah mendengar kalimat yang lebih konyol lagi, padahal, kami sebelumnya sudah telan tiga kekalahan beruntun,”

“Dan terlepas dari apa yang saya katakan itu, saya akui, saya beruntung dengan cara ofisial keempat bereaksi dan saya berharap ia tidak mendapat kesulitan karena hal itu. Reaksi yang dia perlihatkan itu adalah reaksi yang sangat manusiawi,” ujar Klopp seperti dikutip oleh Mirror.

Jose Mourinho Sebut Ranieri Sebagai Pelatih Terbaik

Jose Mourinho Sebut Ranieri Sebagai Pelatih TerbaikKendati saat ini Leicester City tengah berjuang untuk menghindari Zona Degradasi, pelatih asal Portugal tetap melayangkan sanjungan kepada The Foxes, terutama Pelatih Claudio Ranieri yang dianggapnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia.

Manchester United akan bertandang ke King Power Stadium dalam lanjutan Premier League pekan ini. Jelang berlangsungnya pertandingan tersebut, manajer Setan Merah, jose Mourinho menyanjung manajer Tim Tuan Rumah, Claudio Ranieri. Menurutnya, sang pelatih Italia merupakan salah satu manajer terbaik dunia saat ini.

Sebagaimana diketahui, Ranieri memang sempat menerima banyak pujian dari sejumlah pihak setelah secara mengejutkan berhasil membawa tim asuhannya, Leicester City yang sama sekali tidak dijagokan juara berhasil meraih trofi Premier League pada kompetisi musim lalu. Sayangnya, apa yang terjadi musim ini sungguh bertolak belakang.

The Foxes bahkan harus berjuang sampai akhir musim untuk terhindar dari Jurang Degradasi. Kendati demikian, Mourinho enggan menyepelakan Leicester yang musim lalu tampil gagah dan menjuarai Premier League.Bahkan menurutnya, Ranieri adalah salah satu manajer terbaik dunia.

”Apa yang mereka lakukan musim lalu merupakan salah satu hal terbesar dalam dunia sepakbola. Saya rasa tidak ada, bahkan mereka, yang akan mejadi juara lagi. Mereka melakukan hal yang unik, saking uniknya, Claudio layak disebut sebagai salah satu manajer terbaik dunia”

”Luar biasa melihat apa yang mereka lakukan musim lalu, saya tidak merasa bahwa itu aka mungkin dilakukan di musim kedua, terutama ketika anda memainkan Liga Champions Eropa di saat yang bersamaan. Liga Champions itu sulit, mereka memainkan satu pertandingan tiap pekannya, kemudian bersaing dengan ketat di liga domestik” Kata Mou kepada reporter.

Jelang Pertandingan Kontra Madrid, Ini Kata Pelatih Napoli

Jelang Pertandingan Kontra Madrid, Ini Kata Pelatih NapoliMaurizio Sarri mengakui bahwa Real Madrid adalah tim bertabur bintang yang bisa mengubah situasi pertandingan dalam waktu sekejap saja. Namun, ditegaskan sang manajer bahwa para pemainnya sanggup mengimbangi apa yang bakal ditampilkan sang juara bertahan UCL tersebut.

Napoli dihadapkan dengan lawan yang sulit dalam fase gugur liga Champions Eropa musim ini. Ya, sang wakil Italia akan berhadapan dengan Real Madrid pada dua leg babak 16 besar Turnamen tahunan tersebut. Dan jelang berlangsungnya leg pertama melawan Los Blancos, Pelatih Partenopei, Maurizio Sarri angkat bicara.

Sebagaimana diketahui, Napoli berhasil melangkah ke babak 16 besar setelah finish sebagai pemuncak klasemen Group di babak fase group. Berdasarkan hasil drawing yang dilakukan UEFA belum lama ini, Napoli diundi berhadapan dengan juara bertahan kompetisi, Real Madrid. Ya, mereka dihadapkan dengan lawan yang sulit dalam dua leg babak 16 besar.

Nah, jelang berlangsungnya pertandingan leg pertama di Santiago Bernabeu, pelatih Napoli, Mauruzio Sarri mencemaskan ancaman besar yang akan dihadirkan tim tuan rumah. Namun, ditegaskan sang allenatore, bahwa marek hamsik Cs tidak akan gentar berhadapan dengan sang juara bertahan yang dipenuhi pemain bintang. Bahkan, dia yakin para pemainnya bisa mengimbangi kekuatan besar milik tim tuan rumah.

“Real Madrid adalah sebuah tim yang bisa mengubah situasi di lapangan hanya dalam tempo sekejap. Ada kepuasan bermain di laga penting melawan tim besar di salah satu stadion bersejarah di dunia.”

“Tetapi hal tersebut diikuti oleh kekhawatiran mereka akan berjaya. Tetapi apakah saya berpikir Napoli bisa mengimbangi? Kami sanggup. Madrid kuat tetapi kami juga bisa memberikan perlawanan keras.” kata Sarri dikutip dari Sky Sport Italia.

Evra Bantah Allegri Adalah Alasan Kepergiannya dari Juve

Evra Bantah Allegri Adalah Alasan Kepergiannya dari JuvePemain Prancis memiliki respek yang besar terhadap pelatih asal Italia tersebut, dan dia membantah tegas anggapan bahwa Allegri adalah dalang dibalik keputusannya meninggalkan Turin. Pada saat yang bersamaan, Evra juga mengomentari rumor kepindahan Allegri menuju Premier League musim depan.

Patrice Evra, bek veteran asal Prancis ini telah resmi meninggalkan turin untuk kemudian bergabung dengan Marseille pada musim dingin kemarin. Banyak yang menganggap bahwa Allegri adalah alasan utama dibalik kepergian mantan pemain MU tersebut, namun bek Kiri Marseille tersebut membantah dengan tegas rumor itu.

Evra, 36 tahun, bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun 2014 silam dari Manchester United. Di Dua musim pertamanya, Evra selalu jadi andalan Bianconneri, dan dia membantu tim Italia mempertahankan Scudetto dalam dua musim terakhir. Namun apa yang terjadi musim ini tidak bagus bagi eks pemain United tersebut, dia terpinggirkan dan akhirnya memilih pergi ke Marseille pada januari kemarin.

Tak ayal, pelatih Max Allegri pun disebut sebagai dalang dibalik kepergiannya, namun Evra membantah hal ini, dia bahkan mengaku sangat respek terhadap mantan bosnya itu.

“Saya memiliki respek yang besar kepada bos, bahkan, ini sedikit menyakiti hati saya di saat orang-orang berpendapat bahwa saya pergi karena dirinya. Kami sudah berbicara, dan menurut saya dia adalah sosok manajer yang hebat, dia telah membuktikan hal tersebut bersama saya dua tahun lalu saat berhadapan dengan Dortmund”

“Dia mempresentasikan taktik saat itu, dan ketika saya bermain melawan Dortmund, untuk kali pertama dalam karir saya, semua yang dia katakan terjadi di pertandingan” Ujar Evra kepada Sky Sports Italia.

Lebih lanjut, pemain Prancis itu juga mengomentari rumor tentang kepindahan Allegri menuju Premier League.

“Dia sangat positif, dia tak suka stres. Saya pikir dia akan melakukannya dengan baik di Inggris, karena saya selalu mengatakan di Inggris ada kurang disiplin dalam taktik,” Sambungnya.

Dele Alli Bahagia Di Tottenham Hotspur

Dele Alli Bahagia Di Tottenham HotspurAdalah Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino sendiri yang menyatakan bahwa dirinya tidak mencemaskan sejumlah pemberitaan media yang mengkaitkan gelandang andalanya tersebut dengan Sejumlah raksasa Eropa, pada bursa transfer musim panas mendatang.

Dele Alli, gelandang andalaan Totenham Hotspur ini berhasil menyiat perhatian dan minat sejumlah raksasa Eropa setelah performa impressifnya bersama Spurs dalam dua musim terakhir. Namun, pemain muda Tim Nasional Inggris tersebut dipercaya sudah bahagia dan siap bertahan Di White Hart Lane.

Gelandang berusia 20 tahun tersebut telah mencetak 13 gol dan membuat dua assist untuk The Lily Whites di berbagai ajang pada kompetisi musim ini, menambah torehan sepuluh gol dan sembilan assist yang dia torehkan sebelumnya pada musim debut bersama Spurs. Tak heran, statistik mengesankan itu kemudian membuat sejumlah pihak tertarik dengan servis gelandang menjanjikan ini.

salah satu klub yang santer diberitakan dengan Alli adalah Raksasa Bundesliga jerman, Bayern Munchen. Die Roten dipercaya bakal bergerak mendekati sang pemain pada musim panas mendatang, terkait hal ini, Manajer Mauricio Pochettino sangat yakin bahwa Alli akan bertahan lama di Tottenham dan berharap sang gelandang tidak terganggu dengan rumor transfernya yang terus terdengar belakangan ini.

”Spekulasi transfer memang akan selalu terdengar ketika para pemain bagus dan staf kepelatihan juga bagus, ketika segala sesuatunya berjalan baik. Tapi, ia sangat senang bersama kami dan Tottenham sedang mengkreasi tim yang sangat bagus dan filosofi. Saya rasa, Alli sangat menikmati waktunya bersama kami, dan saya sama sekali tidak mencemaskan rumor tersebut.” ujar Pochettino kepada wartawan.

Alli bergabung ke The Lilywhites dari MK Dons dengan nilai transfer £5 juta pada bursa transfer musim panas tahun 2015 lalu.

Cek Website ini untuk Prediksi Bola Akurat Dari Ramalan Skor.com